Denpasar – Konflik geopolitik Timur Tengah berdampak pada tingkat hunian hotel di Bali selama libur Lebaran 2026. Hotel yang menargetkan pasar Timur Tengah dan Eropa mengalami penurunan okupansi signifikan.
Bagus Ngurah, Pengurus Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali, menyatakan penurunan paling terasa di hotel kawasan Nusa Dua, Sanur, dan Ubud.
Sebaliknya, hotel yang mengandalkan wisatawan Australia, Asia, dan domestik justru mengalami lonjakan okupansi.
Secara keseluruhan, rata-rata hunian hotel di Bali periode Nyepi hingga Lebaran 2026 mencapai 75-80 persen, naik 10-12 persen dari tahun 2025, didukung wisatawan domestik.
IHGMA Bali mewaspadai potensi krisis geopolitik berkelanjutan. Bagus menilai, "jika kondisi ini terus berlanjut, dampaknya perlu diantisipasi lebih lanjut oleh industri pariwisata setempat."










