batusangkar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, sumatera Barat, menerapkan pembelajaran daring untuk siswa PAUD, SD, dan SMP selama dua hari, mulai 28 hingga 29 November 2025.

Keputusan ini diambil menyusul penetapan status tanggap darurat bencana oleh Pemerintah provinsi Sumatera Barat dan Pemkab Tanah Datar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, Inhendri Abbas, menegaskan keselamatan siswa dan guru menjadi prioritas utama.

“Keamanan peserta didik dan tenaga pendidik merupakan prioritas. Dengan mempertimbangkan kondisi cuaca ekstrem dan situasi di lapangan, pembelajaran daring diberlakukan sementara waktu,” jelasnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar telah mengeluarkan instruksi terkait pelaksanaan pembelajaran daring.guru akan membimbing siswa dalam pembelajaran jarak jauh.

Jika kondisi belum memungkinkan setelah dua hari, sekolah dapat mengambil kebijakan lanjutan sesuai kondisi wilayah masing-masing. Sekolah wajib memastikan siswa tetap menerima layanan pendidikan dan tugas belajar yang terstruktur.

Seluruh sekolah dilarang mengadakan kegiatan di luar ruangan selama masa tanggap darurat.

Asesmen Semester Ganjil tetap dijadwalkan berlangsung pada 8-15 Desember 2025.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meminta pengawas sekolah, penilik, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan untuk memantau situasi dan melaporkan perkembangan kepada dinas.

Pemkab Tanah Datar berharap langkah ini dapat meminimalkan risiko bagi siswa dan guru selama cuaca ekstrem dan potensi bencana masih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *