Jakarta – Lebih dari 1,2 juta kendaraan terpantau meninggalkan wilayah Jabotabek, menandai dimulainya periode arus mudik Lebaran 2026. Peningkatan volume kendaraan ini tercatat sejak H-10 hingga H-4 Lebaran.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melaporkan, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi mengalami lonjakan sebesar 20,9 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menyatakan bahwa angka tersebut mencerminkan 34,4 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan akan meninggalkan Jabotabek selama periode 11–31 Maret 2026.

"Sebanyak 1.213.388 kendaraan tercatat keluar Jabotabek," ujar Rivan dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).

Data dari Jasa Marga menunjukkan, kepadatan lalu lintas terkonsentrasi di empat Gerbang Tol (GT) utama.

Keempat GT tersebut adalah GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (arah Bandung), GT Cikupa (arah Merak), dan GT Ciawi (arah Puncak).

Distribusi kendaraan yang meninggalkan Jabotabek terbagi ke berbagai arah, dengan mayoritas menuju Timur (Trans Jawa dan Bandung) sebanyak 612.956 kendaraan (50,5 persen).

Sementara itu, 353.032 kendaraan (29,1 persen) mengarah ke Barat (Merak), dan 247.400 kendaraan (20,4 persen) menuju Selatan (Puncak).

Pada hari Selasa, Jasa Marga mencatat 221.978 kendaraan meninggalkan Jabotabek melalui empat gerbang tol utama, meningkat signifikan 68,1 persen dibandingkan lalu lintas normal.

Peningkatan volume kendaraan ini mendorong pihak kepolisian untuk menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way.

Kebijakan one way ini diberlakukan mulai 17 Maret 2026 pukul 12.00 hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

Jasa Marga memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada hari ini, Rabu.

"Kami mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik dengan memanfaatkan informasi lalu lintas secara real time melalui aplikasi Travoy serta siaran Radio Travoy FM," imbau Rivan.

Jasa Marga juga mengingatkan pengendara untuk memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta memastikan kecukupan bahan bakar minyak dan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *