Payakumbuh – Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh memastikan pelayanan publik dan pembangunan prioritas tetap berjalan optimal meski Dana Transfer dari Pemerintah Pusat mengalami penurunan pada tahun anggaran 2026.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyampaikan hal ini dalam rapat paripurna DPRD Kota Payakumbuh, Senin (10/11/2025).

Zulmaeta menjelaskan, Transfer ke Daerah (TKD) untuk Payakumbuh turun menjadi Rp401,9 miliar.

Jumlah ini berkurang Rp116,88 miliar dibandingkan alokasi tahun sebelumnya, berdasarkan Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2026 yang terbit pada 23 september 2025.

“Kondisi ini tentu menjadi tantangan serius bagi kita,” ujar zulmaeta.

Penyusunan APBD 2026 dilakukan secara transparan,efisien,dan berorientasi pada kemandirian fiskal daerah.

Total pendapatan daerah Payakumbuh tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp652,98 miliar, terdiri dari PAD Rp158 miliar dan Pendapatan Transfer Rp494,98 miliar.

Sementara total belanja daerah direncanakan Rp738,14 miliar, dengan komposisi belanja operasi Rp674,52 miliar, belanja modal Rp62,61 miliar, dan belanja tidak terduga Rp1 miliar.

Arah pembangunan Payakumbuh 2026 berpedoman pada tema RKPD: “Peningkatan kualitas SDM dan pemberdayaan masyarakat untuk transformasi sosial ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.”

Lima prioritas utama pembangunan meliputi peningkatan SDM, perekonomian, tata kelola pemerintahan, kehidupan sosial budaya, dan pembangunan infrastruktur.

Zulmaeta juga menekankan pentingnya meningkatkan kemandirian fiskal melalui optimalisasi PAD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *