Jakarta – Bank Mandiri menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 40,99 triliun sepanjang 2025 kepada 355.658 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sektor produktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan penyaluran KUR adalah wujud kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan sektor usaha untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat. "Dukungan KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang pemberdayaan," ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Riduan menambahkan, akses modal yang lebih luas diharapkan membantu UMKM memperkuat kapasitas produksi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing. Sektor produksi mendominasi penyaluran KUR Bank Mandiri pada 2025, mencapai 61,54 persen atau Rp 25,13 triliun.
Sektor pertanian menjadi yang terbesar dengan penyerapan pembiayaan Rp 12,75 triliun (31,23 persen dari total penyaluran KUR). Sektor jasa produksi tercatat Rp 8,76 triliun (21,45 persen), sektor industri pengolahan Rp 3,03 triliun (7,43 persen), dan sektor perikanan Rp 562 miliar (1,38 persen).
Bank Mandiri menerapkan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem yang terintegrasi dengan nasabah turunan wholesale untuk menjaga kualitas penyaluran KUR. Bank juga konsisten melayani kebutuhan transaksi harian dan pembayaran angsuran debitur KUR melalui Mandiri Agen yang tersebar di berbagai ekosistem bisnis UMKM.
Bank Mandiri menyatakan kesiapannya mendukung upaya pemerintah dalam mengakselerasi penyaluran KUR pada 2026 melalui penguatan strategi pembiayaan berbasis ekosistem. Riduan meyakini bahwa program KUR dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja perseroan dan memperkuat fundamental usaha.
"Melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah serta dukungan ekosistem yang terdigitalisasi, kami memastikan penyaluran KUR dapat dilakukan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," pungkas Riduan.











