Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya kenaikan harga beras di tingkat eceran sebesar 3,68 persen pada Desember 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan harga juga terjadi di tingkat grosir dan penggilingan.
Namun, Perum Bulog membantah adanya kenaikan harga beras maupun sembako lainnya. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhan, menegaskan tidak ada kenaikan harga.
"Enggak mungkin, karena buktinya di lapangan enggak ada yang naik," ujar Rizal saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bulog, Minggu (11/1/2026). Pernyataan tersebut disampaikan setelah pengecekan langsung ke sejumlah pasar bersama Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kemenko Pangan, dan Satgas Pangan.
Rizal merujuk pada Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium Rp 12.500 dan beras premium Rp 14.900 per kilogram. Sementara itu, BPS mencatat harga beras eceran rata-rata pada Desember 2025 sebesar Rp 15.061 per kilogram. Harga tersebut naik 3,68 persen dibandingkan Desember 2024.
Di tingkat grosir, harga beras rata-rata pada Desember 2025 sebesar Rp 14.162 per kilogram, naik 5 persen dibandingkan Desember 2024. Sedangkan di tingkat penggilingan, harga beras rata-rata pada Desember 2025 sebesar Rp 13.488 per kilogram, naik 6,38 persen dibandingkan Desember 2024.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menjelaskan, kenaikan harga beras rata-rata pada Desember 2025 dibandingkan Desember 2024.
"Harga beras yang kami sampaikan ini merupakan harga rata-rata beras yang mencakup berbagai kualitas dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia," jelas Pudji dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026).
Untuk menstabilkan harga, Bulog berencana memaksimalkan penyaluran beras kepada masyarakat melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan kuota 1,5 juta ton sepanjang tahun 2026.











