Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat dan ditutup pada level 8.329,61 pada perdagangan Jumat (30/1/2026). Kenaikan ini terjadi seiring upaya pemerintah meningkatkan daya tarik investasi di pasar modal Indonesia.

IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 97,40 poin atau 1,18 persen, lebih tinggi dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di level 8.232,20. Sebelumnya, IHSG sempat mencapai level tertinggi di 8.975,33 pada 26 Januari 2026, namun terkoreksi ke level 8.320,56 pada 28 Januari akibat sentimen negatif dari MSCI terkait free float dan transparansi kepemilikan saham.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah akan berupaya meningkatkan free float saham di Indonesia. "OJK dan BEI diharapkan menerbitkan aturan yang meningkatkan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen," kata Airlangga dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jumat (30/1/2026).

Pemerintah juga akan mempercepat demutualisasi BEI pada tahun ini. Langkah ini bertujuan meningkatkan kredibilitas pasar modal dan mengurangi potensi konflik kepentingan. Selain itu, pemerintah berencana menaikkan batas investasi dana pensiun dan asuransi di pasar modal dari 8 persen menjadi 20 persen. Prioritas penempatan dana akan diberikan kepada emiten LQ45 dengan kapitalisasi dan likuiditas tinggi serta fundamental yang baik.

Sementara itu, indeks pasar modal global menunjukkan hasil yang bervariasi. S&P 500 turun 0,13 persen ke level 6.969,01, sementara Dow Jones naik 0,11 persen ke level 49.071,56. Di Asia, indeks Hang Seng turun 2,08 persen ke level 27.387,11, Nikkei turun 0,099 persen ke level 53.322,85, Shanghai turun 0,96 persen ke level 4.117,95, dan Nasdaq turun 0,72 persen ke level 23.685,12.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *