Banyuwangi – Arus penyeberangan dari Ketapang menuju Gilimanuk terpantau lebih lancar dan merata dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh kebijakan work from anywhere (WFA) yang diterapkan pada akhir Desember 2025.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengungkapkan bahwa fleksibilitas waktu perjalanan menjadi kunci utama kelancaran arus.
"Masyarakat memiliki keleluasaan untuk mengatur waktu perjalanan, sehingga tidak terjadi penumpukan pada periode tertentu," ujar Heru.
Data ASDP mencatat, pergerakan arus balik dari Jawa ke Bali mulai meningkat sejak H+2 Natal.
Pada Jumat (27/12), Posko Ketapang mencatat 226 trip penyeberangan dengan total 26.441 penumpang. Angka ini menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,1 persen dibandingkan tahun lalu yang mencatat 26.417 penumpang.
Volume kendaraan yang menyeberang juga mengalami peningkatan. Tercatat 6.593 unit kendaraan menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk, naik 1,4 persen dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 6.504 unit.
Kendaraan roda empat mendominasi arus dengan 2.975 unit, diikuti truk logistik sebanyak 1.686 unit.
Sementara itu, arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa menunjukkan dinamika yang berbeda.
Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menjelaskan bahwa jumlah penumpang dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang tercatat 27.090 orang, turun 0,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun, jumlah kendaraan justru meningkat menjadi 7.530 unit, naik 1,6 persen dibandingkan realisasi sebelumnya.
ASDP menerapkan pola operasional adaptif untuk menjaga kelancaran layanan. Sebanyak 28 kapal dioperasikan pada kondisi normal, dan ditingkatkan hingga 34 kapal saat terjadi kepadatan tinggi.











