Jakarta – Pasar saham Indonesia memulai pekan ini dengan sentimen negatif, ditandai dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Senin (2/2/2026). IHSG mengalami koreksi tajam sebesar 3,01 persen, menyeret indeks ke level 8.079,024. Indeks LQ45, yang berisi 45 saham unggulan, juga mengalami penurunan sebesar 2,80 persen ke posisi 809,361.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penurunan kapitalisasi pasar sebesar 7,37 persen sepanjang pekan lalu. Nilai kapitalisasi pasar menyusut signifikan, dari Rp 16.244 triliun menjadi Rp 15.046 triliun, atau berkurang sebesar Rp 1.198 triliun. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan bahwa data perdagangan saham selama periode 26-30 Januari 2026 menunjukkan hasil yang bervariasi.

IHSG sempat terperosok hingga 8 persen pada 28-29 Januari 2026, dipicu oleh pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Secara keseluruhan, IHSG melemah 6,96 persen selama sepekan, menutup perdagangan Jumat (30/1/2026) di level 8.329,6. Sentimen negatif dari MSCI, yang menyoroti isu free float, transparansi kepemilikan saham, dan pembekuan perubahan komposisi indeks, menjadi pemicu utama penurunan IHSG.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 1,53 triliun pada Jumat (30/1/2026). Secara akumulatif, investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 9,88 triliun sepanjang tahun 2026.

Pasca rilis MSCI yang mengkritisi transparansi data free float saham Indonesia, Direktur BEI Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat (30/1/2026). Sehari kemudian, empat pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut mengumumkan pengunduran diri.

Pejabat tersebut adalah Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK I.B. Aditya Jayaantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *