Singapura – Pemerintah Singapura secara resmi mendirikan Badan Antariksa Nasional Singapura (NSAS), yang dijadwalkan beroperasi penuh mulai April 2026. Langkah strategis ini bertujuan mengoptimalkan potensi ekonomi luar angkasa, yang diproyeksikan mencapai US$1,8 triliun pada tahun 2035.

Menteri Energi dan Sains dan Teknologi, Tan See Leng, menegaskan bahwa NSAS akan menjadi ujung tombak Singapura dalam memanfaatkan peluang di sektor antariksa.

"Perjalanan Singapura di bidang teknologi luar angkasa telah berlangsung lebih dari 50 tahun," kata Tan, Senin (2/2/2026).

NSAS akan memfokuskan diri pada pengembangan aplikasi teknologi luar angkasa untuk memenuhi kebutuhan nasional dan regional. Selain itu, badan ini juga bertugas menjaga keamanan aset Singapura di lingkungan luar angkasa.

Saat ini, Singapura mengoperasikan tiga satelit pengamatan Bumi yang dikelola bersama ST Engineering. Pemerintah juga berencana membentuk pusat operasi multi-lembaga untuk mendukung penugasan satelit dan analisis data geospasial.

Data yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk berbagai sektor, termasuk operasi pelabuhan, perencanaan kota, pemantauan lingkungan, dan ketahanan pangan. Singapura juga berambisi mengembangkan konstelasi satelit untuk memenuhi kebutuhan nasional dan berbagai aplikasi di sepanjang Sabuk Khatulistiwa.

NSAS juga akan menyusun legislasi dan regulasi untuk sektor antariksa, yang bertujuan mendukung inovasi, bisnis, keselamatan, dan keberlanjutan antariksa.

Sejak 2022, Singapura telah menginvestasikan lebih dari US$157 juta untuk proyek penelitian dan pengembangan ruang angkasa melalui Program Pengembangan Teknologi Ruang Angkasa. Program ini memberikan dukungan kepada lembaga penelitian dan perusahaan untuk mengembangkan dan menguji teknologi ruang angkasa.

Sebagai informasi tambahan, ekonomi ruang angkasa global telah mencapai US$630 miliar pada tahun 2023.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *