Bekasi – Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Keluarga Pesisir Selatan (DPP PKPS) mendesak aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti secara tuntas kasus kematian Ermanto Usman, pensiunan Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok. Desakan ini muncul karena kasus tersebut menimbulkan duka mendalam dan keprihatinan di tengah masyarakat.
Ketua Dewan Pengawas DPP PKPS, Alirman Sori, meminta Penyidik Polres Metro Kota Bekasi mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan menyeluruh. "Peristiwa tragis yang terjadi menjelang waktu salat subuh di kediaman almarhum kini menjadi perhatian publik," ujar Alirman Sori, Sabtu (7/3/2026).
Alirman menduga kuat bahwa kasus ini bukan sekadar perampokan biasa, melainkan mengarah pada pembunuhan berencana yang berkedok perampokan. Anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI 2024-2029 ini meminta polisi tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan. Ia juga meminta agar polisi mampu mengungkap pihak-pihak yang diduga menjadi otak atau dalang di balik kejahatan tersebut.
"Kami mendesak penyidik Polres Metro Kota Bekasi agar mengungkap secara tuntas pelaku pembunuhan keji ini," tegasnya. Alirman menekankan bahwa negara hukum tidak boleh memberikan ruang bagi pelaku kejahatan untuk lolos dari pertanggungjawaban hukum. Siapa pun yang terbukti terlibat, menurutnya, harus diproses secara hukum.
Sejumlah pihak menyoroti latar belakang almarhum yang dikenal vokal dalam mengungkap dugaan kasus korupsi skala besar. Almarhum disebut aktif menyuarakan kritik serta mengungkap dugaan praktik korupsi yang diduga melibatkan pihak-pihak tertentu, bahkan berada dalam lingkaran kekuasaan. Fakta ini menimbulkan spekulasi bahwa kematian almarhum mungkin terkait dengan sikap kritisnya terhadap dugaan praktik korupsi.
DPP PKPS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal proses penegakan hukum dalam kasus ini agar berjalan sesuai dengan prinsip keadilan dan kepastian hukum. Pihak keluarga almarhum masih menantikan perkembangan penyelidikan dari kepolisian dan berharap kasus ini segera terungkap secara terang benderang.










