Malalak – Warga Nagari Malalak Selatan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyampaikan keluhan terkait kerusakan infrastruktur akibat bencana alam saat kegiatan Safari Ramadan Bupati Agam. Kerusakan jalan, jembatan, dan jaringan irigasi menjadi perhatian utama masyarakat.

Anggota DPRD Agam, Erdinal, menyatakan bahwa kerusakan infrastruktur mengganggu aktivitas dan perekonomian warga. "Terutama jalan dan jembatan yang sangat vital untuk aktivitas dan peningkatan ekonomi masyarakat. Belum lagi jaringan irigasi yang kini tidak lagi mampu mengaliri air ke sawah," ujarnya, Senin (9/3).

Akibatnya, banyak petani kesulitan menggarap sawah. Masyarakat berharap perbaikan infrastruktur di Malalak menjadi prioritas dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Bupati Agam, Benni Warlis, menyatakan pemerintah daerah terus memetakan kerusakan akibat bencana untuk menentukan skala prioritas penanganan. Pemerintah pusat berencana mengembalikan dana Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 yang sebelumnya sempat direncanakan dipotong.

"Dana ini dikhususkan untuk tambahan penanganan bencana dan tidak bisa dialokasikan untuk kegiatan lain. Jika keluar dari ketentuan, tentu kita bisa menyalahi aturan," jelas Benni. Kebijakan ini diharapkan mempercepat penanganan dampak bencana di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Safari Ramadan Kabupaten Agam menyerahkan bantuan untuk Masjid Nurul Rahman sebesar Rp20 juta, 50 helai kain sarung, serta bantuan uang tunai dari Bank Nagari dan Perdatin Sumbar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *