Kalimantan Timur – Eni, perusahaan energi asal Italia, menginvestasikan 15 miliar dolar AS untuk mengembangkan proyek gas laut dalam di lepas pantai Kalimantan Timur. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengumumkan keputusan investasi tersebut.
Proyek ini akan berfokus pada pengembangan dua pusat produksi utama, yaitu Gendalo-Gandang (South Hub) dan Geng North-Gehem (North Hub).
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyatakan investasi ini mencerminkan kepercayaan investor global terhadap sektor hulu migas Indonesia.
"Keputusan investasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia," kata Djoko dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).
Pemerintah bersama SKK Migas akan terus mendorong percepatan proyek strategis agar memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian dan masyarakat.
Keputusan Final Investment Decision (FID) ini terbilang cepat, hanya 18 bulan setelah persetujuan Plan of Development (POD) pada 2024.
Proyek ini akan memanfaatkan teknologi produksi laut dalam serta infrastruktur yang sudah tersedia, termasuk fasilitas Jangkrik FPU dan reaktivasi Train F di kilang LNG Bontang.
Pengembangan South Hub akan dilakukan pada kedalaman laut antara 1.000 hingga 1.800 meter dengan pengeboran tujuh sumur produksi yang dihubungkan ke fasilitas Jangkrik.
North Hub akan mencakup pengeboran 16 sumur pada kedalaman hingga 2.000 meter yang terhubung ke fasilitas produksi terapung (FPSO) baru.
FPSO tersebut dirancang memiliki kapasitas pemrosesan lebih dari 1 miliar kaki kubik gas per hari serta sekitar 90.000 barel kondensat per hari.
Kedua proyek ini diperkirakan memiliki potensi sumber daya hingga 10 triliun kaki kubik gas (TCF) dan 550 juta barel kondensat.
Produksi ditargetkan mulai berjalan pada 2028 dan mencapai puncaknya pada 2029, dengan kapasitas sekitar 2 miliar kaki kubik gas per hari.
Gas yang dihasilkan akan dialirkan ke darat untuk memenuhi kebutuhan domestik serta mendukung produksi LNG di Bontang, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor.
Investasi ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang luas, termasuk penciptaan lapangan kerja.
Proyek ini juga menjadi bagian dari rencana kerja sama bisnis antara Eni dan Petronas, dengan target produksi gabungan lebih dari 500.000 barel setara minyak per hari pada 2029.











