Denpasar – Wulan, seorang ibu rumah tangga di Denpasar, Bali, berhasil mengubah nasibnya dari keterbatasan ekonomi menjadi lebih baik. Berkat ketekunan berjualan daun jeruk dan pendampingan program PNM Mekaar, ia mampu membiayai pendidikan kedua anaknya hingga membangun rumah.
Sebelumnya, Wulan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya pendidikan anak-anaknya. Namun, dengan tekad kuat, Wulan memulai usaha kecil-kecilan berjualan daun jeruk.
Pendampingan dari petugas PNM Mekaar, yang dikenal dengan sebutan “kakak putih biru”, serta dukungan sesama ibu, menjadi motivasi tambahan bagi Wulan.
“Saya memilih tidak menyerah. Kami bekerja bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk anak dan keluarga,” ungkap Wulan, menyoroti pentingnya dukungan PNM dalam melewati masa sulit.
Selain berjualan daun jeruk, Wulan juga mengembangkan usaha jasa setrika dan katering panggilan untuk menambah penghasilan keluarga.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyatakan bahwa kisah Wulan adalah cerminan ketangguhan perempuan prasejahtera yang mendapatkan pendampingan berkelanjutan.
“Setiap ibu memiliki potensi untuk berkembang dan menjadi penopang utama keluarga,” ujar Dodot.
PNM berkomitmen untuk terus mendorong program pemberdayaan agar nasabah tidak hanya mampu menjalankan usaha, tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga.
Dodot menambahkan, langkah kecil para ibu di lapangan adalah bagian dari upaya menuju kehidupan yang lebih sejahtera.











