Padang – Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Aia Dingin di Kota Padang, Senin (27/4/2026), saat reses Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026. kunjungan itu menyoroti percepatan penanganan sampah di Padang yang kini mencapai sekitar 600 ton per hari.
Dalam peninjauan tersebut, Zigo didampingi Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Iqra Chissa, anggota DPRD Kota Padang Helmi Moesim, serta perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Barat.
Zigo menilai TPST Aia Dingin menjadi salah satu harapan untuk mengurangi beban sampah di kota itu. Dari total timbunan sampah harian di Padang, sekitar 500 ton masuk ke kawasan TPST Aia Dingin, sementara sekitar 100 ton lainnya berasal dari kabupaten di sekitarnya.
“TPST ini diharapkan dapat membantu menekan volume sampah di Kota padang yang saat ini mencapai sekitar 600 ton per hari,” ujar Zigo Rolanda.
Ia menjelaskan, pembangunan TPST Kota Padang dirancang untuk menggantikan sistem pengolahan sampah yang selama ini masih mengandalkan metode controlled landfill. Proyek ini juga diarahkan menuju penerapan sanitary landfill yang lebih modern dan ramah lingkungan.
“Pembangunan TPST Kota Padang ini bertujuan untuk menggantikan sistem pengolahan sampah yang selama ini masih menggunakan metode controlled landfill, sekaligus menjadi langkah menuju sistem sanitary landfill yang lebih modern dan ramah lingkungan,” katanya.
Menurut Zigo, fasilitas tersebut nantinya memiliki kapasitas pengolahan hingga 200 ton sampah per hari.Kapasitas itu diharapkan memperkuat efektivitas penanganan sampah di Kota Padang.
Saat ini, pelaksanaan proyek sudah masuk tahap finalisasi Detailed Engineering Design (DED) dan review keandalan bangunan.
“Kami berharap pembangunan TPST ini dapat segera terealisasi sehingga menjadi solusi nyata dalam penanganan persampahan di Kota Padang, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, pembangunan TPST Aia Dingin memerlukan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar berjalan sesuai rencana serta memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.










