Tasikmalaya – PT. Tasake Indo Service resmi memulai pembangunan kawasan wisata terpadu Tasake Land di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Minggu (27/9/2026).

Proyek properti skala besar yang menelan investasi senilai Rp1,7 triliun ini ditargetkan rampung dalam masa pengerjaan selama 18 bulan ke depan.

Kawasan yang berdiri di atas lahan seluas hampir seratus hektar ini berlokasi strategis di Jalan Letjen Mashudi, tepatnya mencakup wilayah Kelurahan Kersanagara dan Kelurahan Setiajaya, Kecamatan Cibeureum.

Direktur Utama PT. Tasake Indo Service, Dede Mulyana, merancang area ini sebagai kawasan mandiri terpadu yang memadukan sektor pariwisata, bisnis, dan layanan publik.

Fasilitas yang akan dihadirkan meliputi wahana rekreasi modern untuk mendongkrak pariwisata Priangan Timur, pusat perkantoran (office district), rumah sakit modern, hingga pembangunan masjid megah.

Acara soft launching tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Tasikmalaya, Dandim, Kapolres, Dan Lanud, serta mantan Wali Kota Padang dua periode Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati dan Kepala DPMPTSP Kota Padang Fauzan Ibnovi, ST.,MT.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati mengungkapkan rencana pengembangan serupa di Kota Padang, yaitu Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai dengan nilai investasi mencapai Rp2,2 triliun.

Proyek di Padang Sarai tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah diteken pada 11 Juni 2026 antara pemilik lahan Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati dengan konsorsium PT. Tasake Indo Service, DAP 69, dan PT Nusa Indah Permata.

“Kita tidak akan ketinggalan dari Tasake Land Tasikmalaya ini. Kata Pak Dede Mulyana tadi, kita akan bangun kawasan wisata terpadu modern yang lebih bagus di Padang Sarai Kota Padang, yang menjadi landmark kota serta menggerakkan ekonomi,” ujar Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati.

Kawasan di Padang Sarai nantinya akan dilengkapi dengan tiga hotel berbintang, lapangan golf berstandar internasional, masjid megah, serta sentra UMKM.

“Kawasan Wisata Terpadu Padang Sarai ini akan mendongkrak investasi, memberi dampak kepada aktifitas ekonomi di sektor jasa dan perdagangan, dan menjadi magnet kunjungan wisatawan ke Kota Padang,” pungkas Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati yang juga menjabat Ketum LKAAM Sumbar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *