Solok – Pendidikan karakter bagi Generasi Alfa di era digital kini menghadapi tantangan serius karena pergeseran peran teknologi yang lebih dominan dibandingkan keteladanan orang tua dan guru.

Mantan guru SMK Negeri 1 Gunung Talang, Zulvarita Syaf, menyoroti fenomena kemerosotan adab pada anak usia sekolah dasar yang kontras dengan perilaku santun mereka saat masih di jenjang PAUD atau TK.

“Teknologi tidak bisa kita tolak, tetapi karakter tidak boleh kita gadaikan. HP hanya bisa memberi informasi, hanya keluarga dan surau yang bisa memberi adab,” ungkap Zulvarita.

Ia menilai ada tiga penyebab utama krisis karakter ini, yakni ketergantungan anak pada Google sebagai sumber jawaban, minimnya peran orang tua sebagai role model akibat durasi penggunaan gawai, serta orientasi sekolah yang hanya mengejar angka akademik.

Menurutnya, guru saat ini dituntut untuk tidak kalah oleh kecanggihan mesin pencari dengan cara mengubah peran dari sekadar pemberi informasi menjadi pemberi teladan.

Untuk mengatasi persoalan ini, Zulvarita menawarkan solusi berbasis kearifan lokal Minangkabau, yakni mengembalikan fungsi keluarga dan surau sebagai pusat pendidikan karakter.

Langkah konkret yang diusulkan meliputi penerapan jam keluarga pada waktu Magrib hingga Isya tanpa gawai, pembiasaan adab dari hal kecil, hingga pelibatan anak dalam pekerjaan rumah tangga.

Ia juga mengusulkan agar sekolah mulai menerapkan rapor karakter yang mencakup aspek kejujuran, disiplin, dan kepedulian, di samping rapor akademik.

Terkait gaya belajar, ia menyebutkan konsep Stifin sebagai salah satu referensi untuk mengenali potensi unik tiap anak, mulai dari tipe Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, hingga Insting.

Upaya ini ditegaskan sebagai langkah krusial untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 agar bonus demografi yang akan datang tidak berubah menjadi beban sosial akibat generasi yang miskin karakter.

“Kalau generasi Alfa yang sekarang kita didik karakternya dengan baik, 20 tahun lagi mereka akan jadi pemimpin yang jujur dan beradab,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *