Mentawai – Usai insiden boat terbalik di Selat Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, enam penumpang dilaporkan berenang selama enam jam hingga mencapai daratan. Mereka berjuang menyelamatkan diri dan ditugaskan mencari bantuan evakuasi.
Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, mengungkapkan hal tersebut usai rapat terbatas terkait evakuasi boat terbalik di Selat Sipora. “Ada enam orang yang berhasil berenang ke daratan untuk mencari bantuan,” ujar Rinto, Senin malam (14/7/2025).
Rinto menambahkan, berdasarkan keterangan salah satu penumpang yang masih berada di lokasi kecelakaan boat, para penumpang membagi tugas untuk mencari bantuan ke daratan dan sebagian tetap bertahan di lokasi kejadian.
Ia juga membenarkan adanya rombongan pegawai dinas serta anggota DPRD Mentawai dalam boat yang terbalik tersebut. “Kami satu rombongan dari Sikakap menuju Tuapejat. saya menggunakan kapal mego operasional kepala daerah dan boat yang ditumpangi pegawai dinas dan anggota DPRD,” katanya.
Rinto menjelaskan, rombongan boat tersebut berangkat lebih dulu pada pukul 07.30 WIB, Senin (14/7/2025). Saat itu, kondisi cuaca sedang buruk dengan badai dan gelombang tinggi.
“Kami sampai lebih dulu dan menunggu boat itu menyusul. Namun tidak ada boat yang menyusul,” katanya.
Pemerintah Daerah dan Tim SAR telah mengerahkan personel untuk mencari para korban. Rinto berharap para penumpang ditemukan dengan selamat.
Berdasarkan data dari Tim SAR, 11 korban masih dalam pencarian, sementara 7 korban lainnya selamat. Hingga Selasa pagi, pencarian korban masih terus dilakukan.











