Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menjadikan program Sekolah Rakyat sebagai prioritas utama pemerintahannya. Program ini bertujuan menjamin pendidikan dasar bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang status ekonomi.
Sekolah Rakyat diharapkan menjadi wadah pendidikan dasar berkualitas bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini diharapkan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Pemerintah menggandeng BUMN Nindya Karya untuk merealisasikan program ini. Nindya Karya bertanggung jawab menyiapkan gedung,asrama,serta sarana dan prasarana belajar.
Plt Dirut Nindya Karya Firmansyah menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan dan menyukseskan program ini. “Bagi Nindya karya mendapat tugas menyiapkan gedung dan asrama serta sarana prasarana belajar dari presiden melalui kementerian, jawaban kami satu, laksanakan dan sukseskan,” ujarnya, Senin (4/8/2025).
Nindya Karya telah menyelesaikan renovasi Sekolah Rakyat Tahap I yang mencakup 63 lokasi. Serah terima pekerjaan (PHO) telah dilakukan pada 13 Juli 2025, setelah masa pelaksanaan selama 65 hari kalender.
Saat ini, Nindya Karya tengah mengerjakan Program renovasi Sekolah Rakyat Tahap IB yang mencakup 37 lokasi. Hingga 2 Agustus 2025, progres fisik telah mencapai 89,02%, melampaui target yang direncanakan. Proyek ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 17 Agustus 2025.
Hasil renovasi Sekolah Rakyat mendapatkan apresiasi positif dari berbagai pihak.Ketua PJKIP Sumbar, Almudazir, menyatakan bahwa Sekolah Rakyat di Kota Padang kini setara dengan sekolah di kota besar, dengan fasilitas yang bersih dan modern.Pemerhati pendidikan dasar juga mengakui bahwa bangunan gedung dan asrama telah memenuhi standar pengerjaan gedung modern.











