Jakarta – PT Akulaku Finance Indonesia mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam penyaluran pembiayaan sepanjang 2025, mencapai Rp 7,44 triliun, melonjak 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor, menyatakan pertumbuhan ini sejalan dengan penerapan manajemen risiko yang konservatif. "Pertumbuhan kami tahun lalu itu mencapai Rp 7,4 triliun. Jadi (meningkat) dibandingkan tahun sebelumnya di tahun 2024 yang mencapai Rp 6 triliun," ujar Perry, Jumat (6/3/2026).

Akulaku mencatat volume transaksi mencapai 46,5 juta kali. Pembiayaan produk Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater menjadi kontributor utama, mendominasi 89 persen dari total portofolio pembiayaan.

Selain pertumbuhan pendapatan, Akulaku juga berhasil meningkatkan profitabilitas. Laba perusahaan melonjak 66 persen, dari Rp 65 miliar pada 2024 menjadi Rp 108 miliar pada 2025. Nilai piutang pembiayaan yang dikelola (managed loan receivables) juga meningkat hingga mencapai Rp 2,5 triliun.

Meskipun penyaluran pembiayaan dan transaksi meningkat, Akulaku berhasil menjaga rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing) pada level yang sehat, yaitu 1,1 persen. Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) juga tercatat stabil dan rendah, yakni di level 2 kali.

"Jadi di tahun 2025 basically tahun di mana kami dapat tumbuh secara sehat, berkelanjutan dengan praktik manajemen risiko yang konservatif," pungkas Perry.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *