Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyiapkan dana tunai sebesar Rp 23,97 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah antisipatif ini dilakukan untuk menghadapi potensi lonjakan penarikan uang tunai menjelang puncak arus mudik Lebaran.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa penyediaan likuiditas ini telah disesuaikan dengan proyeksi peningkatan kebutuhan masyarakat selama periode tersebut.

"BNI memastikan kesiapan likuiditas dan jaringan layanan agar masyarakat dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman selama Ramadan dan Idul Fitri," kata Okki dalam keterangan resminya, Jumat (27/2/2026).

Dari total dana yang disiapkan, BNI mengalokasikan Rp 16,64 triliun untuk pengisian Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan Cash Recycle Machine (CRM). Sementara itu, Rp 7,33 triliun lainnya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan transaksi di outlet kantor cabang BNI.

BNI memperkirakan kebutuhan uang tunai selama periode Lebaran mencapai sekitar Rp 1,71 triliun per hari. Proyeksi ini mempertimbangkan tren peningkatan transaksi masyarakat, termasuk pencairan tunjangan hari raya (THR), belanja kebutuhan Lebaran, hingga persiapan mudik.

Untuk mendukung layanan selama libur Lebaran, BNI juga mengoperasikan kantor cabang secara terbatas. Sebanyak 23 outlet beroperasi pada 20 Maret 2026, dan 32 outlet akan melayani nasabah pada 23 Maret 2026. Layanan operasional terbatas ini dibuka pukul 10.00-12.00 waktu setempat dan melayani transaksi tertentu.

Transaksi yang dilayani meliputi setoran BBM Pertamina, Bulog, penerimaan negara, pemindahan dana antar rekening BNI, serta setoran dan penarikan tunai. Selain jaringan kantor cabang, BNI juga mengoptimalkan Layanan Gerak BNI (O-Branch) yang ditempatkan di lokasi-lokasi strategis. Lokasi strategis tersebut meliputi jalur mudik, kawasan wisata, dan titik keramaian lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *