Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memacu pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit signifikan. Sepanjang 2025, BSI mencatat pertumbuhan kredit 14,49 persen secara tahunan, dengan total pembiayaan mencapai Rp 318,84 triliun.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan komitmen perseroan dalam mendukung sektor riil, dengan fokus utama pada segmen ritel dan UMKM. "Kinerja solid BSI pada 2025 ditopang oleh berjalannya fungsi intermediasi secara optimal," ujar Anggoro dalam jumpa pers daring, Jumat (6/2/2026).

Anggoro menambahkan, pendanaan memadai serta penyaluran pembiayaan sehat dan tepat sasaran menjadi kunci. Outstanding pembiayaan pada segmen ritel dan UMKM mencapai Rp 285,70 triliun, atau sekitar 90 persen dari total pembiayaan BSI.

Dari sisi kualitas aset, BSI berhasil menjaga pembiayaan tetap sehat dengan rasio NPF gross 1,81 persen dan NPF net 0,47 persen. Pertumbuhan pembiayaan BSI juga didukung oleh kinerja penghimpunan dana yang kuat.

Dana pihak ketiga (DPK) BSI sepanjang 2025 tumbuh 16,20 persen secara tahunan menjadi Rp 380 triliun, jauh di atas rata-rata industri. Struktur pendanaan didominasi dana murah (CASA) sebesar 61,62 persen atau setara Rp 234 triliun.

Kinerja DPK yang solid turut mendorong kenaikan total aset BSI sebesar 11,64 persen secara tahunan menjadi Rp 456 triliun hingga akhir 2025. Seiring pertumbuhan pembiayaan, BSI membukukan laba bersih Rp 7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Transformasi digital BSI juga menunjukkan hasil positif dengan jumlah pengguna aplikasi BYOND mencapai 5,9 juta. Infrastruktur layanan diperkuat dengan sekitar 6.000 unit ATM. "Pertumbuhan nasabah tahun lalu mencapai 2 juta orang. Ini merupakan yang tertinggi sejak BSI berdiri," pungkas Anggoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *