Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru kukuhkan 83 Bunda Literasi di setiap kelurahan dan 15 Bunda Literasi di setiap kecamatan.Pengukuhan ini sebagai upaya memperkuat budaya literasi hingga lapisan masyarakat terbawah.
Bunda Literasi Kota Pekanbaru, Hj. Sulastri Agung,menyambut baik kehadiran para bunda literasi di seluruh wilayah kota. ia optimis langkah ini akan meningkatkan potensi pembangunan budaya baca di Pekanbaru.
“Ini semakin meningkatkan potensi kita untuk membangun budaya baca bagi masyarakat di Kota Pekanbaru,” ujarnya.
Sulastri berharap bunda literasi menjadi motor penggerak minat baca masyarakat, terutama anak-anak. Ia menekankan pentingnya membaca buku di tengah derasnya informasi dari ponsel.Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Kadispusip) kota pekanbaru,Muhammad Amin,menegaskan literasi bukan hanya soal membaca. Literasi juga membangun kecerdasan pengetahuan dan budi pekerti.
“Dengan kecerdasan dan budi pekerti, pemerintah akan lebih mudah membangun masyarakat,” kata Muhammad Amin.
Pemerintah telah menyiapkan berbagai sarana dan fasilitas untuk mendorong minat baca. Amin menekankan pentingnya membaca hal-hal yang baik dan mendewasakan.
Gerakan literasi ini diperkuat hingga tingkat kelurahan dan terintegrasi dengan kegiatan masyarakat, termasuk melalui posyandu dan program Bunda PAUD.
“Harapannya, di setiap posyandu bisa disiapkan pojok-pojok baca,” jelas M. Amin.
Selain pojok baca fisik, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga mendorong digitalisasi bahan bacaan hingga ke posyandu. Hal ini mengingat pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya remaja, kini lebih banyak berasal dari konten digital.
“dengan literasi digital yang terarah ini, masyarakat diharapkan memperoleh bahan bacaan yang lebih berkualitas dan mendukung pembentukan karakter positif,” pungkas Amin.











