Jakarta – China mengumumkan desain kapal induk terbang bernama "Luanniao," diproyeksikan sebagai senjata super luar angkasa, memicu analisis dari ahli strategi dan keamanan internasional. Sejumlah analis AS menilai proyek ini sebagai sinyal strategis.
The National Interest menulis, "Beijing Ingin Anda Percaya Mereka Sedang Membangun Kapal Induk Terbang." China ingin dunia percaya klaim pembangunan senjata super mereka. Majalah tersebut menilai visi ini mengaburkan batas fiksi ilmiah dan realitas teknologi, membuat Barat gelisah dan menguras sumber daya.
Diplomat Jerman, Heinrich Kreft, melihat pengumuman ini sebagai pesan perang psikologis melawan AS, terutama di tengah ketegangan terkait Taiwan. "Ini seperti China menanam tanda, meninggalkan jejak," kata Kreft.
Kreft mengingatkan Luanniao hanyalah bagian dari serangkaian pengumuman senjata super China, termasuk senjata pemburu kapal selam dan sistem berbasis antariksa. Pakar Barat sering menganggapnya tidak realistis, namun pengumuman ini berfungsi sebagai bagian dari lanskap ancaman. "Ini humbug, perang psikologis," tegas Kreft.
China terus mengembangkan proyek masa depan, termasuk senjata laser. Beijing "tampak lebih maju dibanding siapa pun." Pakar keamanan antariksa dari SWP Jerman, Juliana Süß, memandang proyek ini dari sudut pandang pencegahan.
"Ini tentang menunjukkan kekuatan dan memproyeksikan kekuasaan lintas dimensi," katanya. Süß menilai presentasi Luanniao sebagai respons terhadap rencana pertahanan rudal AS di luar angkasa, yaitu proyek "Golden Dome."
Proyek "Golden Dome" bertujuan melindungi AS dengan jaringan berlapis sistem pencegat darat, laut, radar, dan sistem berbasis antariksa. "Program itu sendiri dianggap sangat ambisius dan sarat risiko strategis," tegas Süß.
Namun, kunci pencegahan tetaplah kredibilitas. "Apakah proyek sebesar dan seambisius kapal induk ruang angkasa ini benar-benar dapat dipercaya, itu pertanyaan lain," pungkasnya.











