Jakarta – DPR RI secara resmi menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) untuk periode 2026-2031. Persetujuan ini didapatkan dalam rapat paripurna ke-12 DPR, Kamis (13/6/2024), dengan kehadiran 339 dari 580 anggota parlemen.
Keputusan ini menandai berakhirnya proses seleksi yang melibatkan beberapa kandidat. Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, sebelumnya melaporkan hasil uji kelayakan. Misbakhun menjelaskan bahwa pemilihan Thomas Djiwandono didasarkan pada kemampuannya merangkul seluruh suara partai politik.
"Pertimbangannya bahwa Bapak Thomas Djiwandono adalah figur yang bisa diterima oleh semua partai politik," ujarnya.
Struktur kepengurusan BI diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 1999 yang diubah melalui UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan. UU tersebut mengatur bahwa BI dipimpin oleh seorang gubernur dan beberapa deputi gubernur. Dewan gubernur, sebagai organ kolektif, menjalankan seluruh tugas dan wewenang BI. Deputi gubernur memiliki peran strategis dalam pembahasan dan penetapan kebijakan bank sentral.
Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa, memimpin rapat paripurna dan meminta persetujuan anggota dewan sebelum mengetuk palu pengesahan. "Sidang dewan yang kami hormati, apakah laporan Komisi XI DPR RI terhadap hasil uji kelayakan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia tersebut dapat disetujui?," tanya Saan. Pertanyaan tersebut dijawab serentak oleh peserta rapat dengan kata "Setuju."
Dengan demikian, Thomas Djiwandono resmi menggantikan Juda Agung sebagai Deputi Gubernur BI. Selain pengesahan Thomas Djiwandono, rapat paripurna juga mengukuhkan sejumlah jabatan lain, termasuk Wakil Ketua DPR Adies Kadir sebagai hakim Mahkamah Konstitusi, sembilan anggota Ombudsman RI periode 2026-2031, dan anggota Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Dalam proses seleksi, Thomas Djiwandono bersaing dengan Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin Juhro, dan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dicky Kartikoyono.
Misbakhun menepis kekhawatiran mengenai independensi BI dengan terpilihnya keponakan presiden. "Tapi dia tadi sangat profesional menjelaskan tentang bagaimana kebijakan-kebijakan itu diambil dalam sebuah proses," katanya.
Thomas Djiwandono lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia adalah putra dari pasangan Soedradjad Djiwandono, mantan Gubernur Bank Indonesia, dan Biantiningsih Miderawati, yang merupakan kakak kandung Prabowo Subianto.
Thomas Djiwandono meraih gelar sarjana dari Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat, dan gelar master dari Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington, Amerika Serikat. Sebelum menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono memiliki pengalaman di berbagai bidang, termasuk jurnalisme, analisis keuangan, dan agrobisnis.











