Padang – Delegasi Fakultas Hukum Universitas Andalas (FHUA) menjuarai National Moot Court Competition (NMCC) Anti Human Trafficking (AHT) Piala Prof Hilman hadikusuma IV tahun 2025.
Kemenangan ini mengakhiri penantian panjang FHUA selama lebih dari dua dekade.
Kompetisi yang diikuti 12 delegasi dari berbagai universitas di Indonesia ini digelar pada Minggu (19/10/2025).
Ketua delegasi, M Latif Alfianda, mengungkapkan timnya meraih penghargaan untuk Berkas Penuntut Umum Terbaik, Majelis Hakim Final Terbaik, Penuntut Umum Terbaik, Penasihat Hukum Terbaik, serta Saksi/Ahli dan Terdakwa terbaik.
“Kemenangan ini membuktikan bahwa dedikasi yang kuat akan menghasilkan kemenangan,” kata Latif.
Latif menjelaskan, perjuangan timnya dimulai sejak Mei 2025 dengan tenggat waktu tiga bulan untuk menyelesaikan berkas.
“Kegiatan bolak-balik ke kantor kejaksaan, polda, dan pengadilan menjadi rutinitas demi menciptakan dakwaan yang cermat, jelas, dan lengkap,” ujarnya.
Puncak tantangan terjadi H-7 pengumpulan,saat tim harus mengubah beberapa pasal di seluruh berkas penyidikan,penuntutan,dan hakim.
“Kegiatan ‘pergi pagi pulang subuh’ berubah menjadi tidak pulang sama sekali, yang berujung pada keberhasilan mengedit total lebih dari 4.200 halaman berkas dalam tujuh hari,” tutur Latif.
Delegasi FHUA terdiri dari 16 delegasi, 4 researcher, dan 1 official team, termasuk M Latif Alfianda, Muhammad Arif, dan Mu’awiya Alty.











