Jakarta – Kebiasaan bermain ponsel terlalu lama di toilet meningkatkan risiko wasir. Dokter spesialis bedah umum mengingatkan masyarakat akan bahaya gaya hidup ini.
Franky Mainza Zulkarnain, dokter spesialis bedah umum, menyebutkan kebiasaan ini memicu tekanan berlebih pada anus saat mengejan.
"Pergi ke toilet itu kalau memang sudah ingin BAB, bukan tunggu BAB keluar sambil pegang HP," tegas Franky, Senin (12/1/2026).
Tekanan tinggi tersebut dapat memperbesar pembuluh darah di sekitar anus dan rektum bagian bawah, yang kemudian memicu terjadinya wasir.
Risiko semakin meningkat jika feses keras akibat kurang serat, sehingga tubuh harus mengejan lebih kuat saat buang air besar.
Selain itu, kurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan duduk terlalu lama juga berkontribusi pada risiko wasir atau ambeien.
Franky menambahkan, pasien wasir yang ia temui umumnya berusia 35 hingga 50 tahun, dan lebih sering terjadi pada laki-laki.
Meskipun demikian, wasir juga dapat terjadi pada usia yang lebih muda, terutama pada ibu hamil karena tekanan dari rahim.
Kegemukan atau obesitas juga menjadi faktor risiko karena menambah tekanan pada pembuluh darah di area sekitar anus.
Gejala wasir meliputi rasa gatal, nyeri, perih, hingga berdarah saat buang air besar. Kondisi ini dapat membuat penderita sulit duduk.
Franky menyarankan masyarakat untuk lebih memperhatikan pola makan, memperbanyak konsumsi serat, serta menghindari makanan pedas.
Prosedur penyembuhan wasir tidak selalu memerlukan tindakan medis seperti operasi atau penggunaan teknologi laser.











