Jakarta – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat (30/1/2026) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan dalam dua hari terakhir.
Iman Rachman menyatakan bertanggung jawab penuh atas gejolak yang terjadi di pasar modal. "Sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," ungkapnya di Gedung BEI.
Pengunduran diri ini terjadi di tengah serangkaian peristiwa yang mengguncang pasar saham Indonesia. Sebelumnya, Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan sementara penyesuaian bobot (rebalancing) saham unggulan Indonesia dalam indeks mereka pada Selasa (27/1/2026).
MSCI mengungkapkan kekhawatiran investor terkait transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia sebagai alasan pembekuan tersebut. MSCI memberikan tenggat waktu hingga Mei 2026 untuk perbaikan. Jika tidak ada kemajuan, status aksesibilitas pasar Indonesia akan ditinjau kembali.
Kondisi ini meningkatkan risiko penurunan level indeks Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market. IHSG merespons negatif pengumuman MSCI dengan penurunan tajam. Pada Rabu (28/1/2026), anjloknya perdagangan memicu pembekuan perdagangan sementara (trading halt).
Trading halt IHSG terjadi dua hari berturut-turut, dengan pembekuan kembali dilakukan pada Kamis (29/1/2026) karena IHSG kembali anjlok signifikan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut anjloknya pasar sebagai reaksi "kaget" investor.
Kekhawatiran pasar atas potensi penurunan status bursa Indonesia menjadi frontier market memicu gejolak ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI merespons pengumuman MSCI dengan mengumumkan serangkaian langkah reformasi.
Regulator akan menerbitkan aturan free float minimal 15 persen, meningkat dari aturan saat ini yang menetapkan minimal free float sebesar 7,5 persen. OJK dan regulator juga akan membuka data Ultimate Beneficial Owner (UBO) atau pemilik sebenarnya dari saham-saham likuiditas dan kapitalisasi pasar besar (IDX100) kepada MSCI sebagai bentuk transparansi.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyatakan OJK dan BEI telah menyampaikan proposal penyesuaian kepada MSCI. MSCI menyatakan kesiapannya untuk mempublikasikan data kepemilikan saham untuk kategori corporate and others di bawah lima persen.
Setelah langkah-langkah perbaikan tersebut, IHSG dibuka menguat pada Jumat (30/1/2026). Namun, di hari yang sama, Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Direktur Utama BEI.











