Lubuk Basung – Solidaritas perantau Minang mengalir deras untuk korban banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ikatan Luhak Agam (IKLA) Batam menyerahkan bantuan dan menyelenggarakan program trauma healing pada Senin (19/1). Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Agam yang terdampak bencana.
Asisten III Setda Agam, Syatria, menyambut langsung kedatangan rombongan IKLA Batam di Aula Kantor Bupati Agam. Sekretaris IKLA Batam, Ilyas, menyampaikan rasa bangganya dapat berkontribusi untuk kampung halaman. "Ini menjadi kebanggaan bagi kami dapat kembali ke ranah untuk berkontribusi," kata Ilyas.
IKLA Batam bekerja sama dengan Kansa (Kampus Anak Bangsa) dan Amanah Rang Minang (ARMI) dalam menjalankan program ini. Selain bantuan dana, IKLA Batam juga berencana menggelar konser amal di Batam untuk menggalang donasi tambahan. Program trauma healing akan berlangsung selama dua minggu, dengan fokus pendampingan intensif bagi para korban.
Syatria menyampaikan apresiasi atas kepedulian IKLA Batam dan mitra. "Apa yang dilakukan oleh IKLA Batam dan mitra merupakan nilai ibadah dan sangat berarti bagi masyarakat Agam," ujar Syatria.
Banjir bandang yang melanda Agam telah menyebabkan 166 korban jiwa dan 3.792 orang mengungsi. Kerugian akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp8,5 triliun, meliputi kerusakan rumah, infrastruktur, dan lahan pertanian. Pemerintah Kabupaten Agam menyampaikan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak dalam upaya pemulihan pascabencana.










