Singapura – Transformasi digital bisnis di Asia Tenggara kini bergantung pada kecerdasan buatan (AI), yang diproyeksikan meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat pengambilan keputusan berbasis data. Hal ini mengemuka dalam forum SME AI Growth Day 2025 di Singapura, yang dihadiri lebih dari 250 pelaku bisnis, penyedia solusi teknologi, dan pemimpin industri.

Forum yang diselenggarakan oleh Alibaba Cloud ini bertujuan mendorong adopsi AI yang praktis, aman, dan terukur, khususnya bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Penyedia solusi Enterprise Resource Planning (ERP), HashMicro, turut berpartisipasi, menyoroti peran strategis ERP dalam mendukung implementasi AI di bisnis modern.

Assistant of Chief Business Development HashMicro, Felin, menyampaikan topik "Elevate Your Intelligent Enterprise with AI-driven ERP," menekankan perubahan peran ERP yang kini lebih dari sekadar pencatat data. Felin menjelaskan bahwa ERP modern harus memahami konteks bisnis dan membantu pengambilan keputusan cerdas, mengingat kompleksitas operasional menuntut sistem yang adaptif dan mudah digunakan.

"ERP yang dibutuhkan bisnis saat ini adalah sistem yang mampu beradaptasi, berkembang seiring pertumbuhan perusahaan, dan memberikan kecerdasan layaknya asisten yang memahami konteks," ujar Felin dalam keterangan resmi.

Untuk menjawab tantangan ini, HashMicro memperkenalkan Hashy, asisten AI yang terintegrasi dalam sistem ERP. Hashy dikembangkan melalui integrasi dan modifikasi Qwen, bagian dari Large Language Model milik Alibaba Cloud.

Sebagai AI agent, Hashy mendukung pengambilan keputusan lintas modul secara real-time dan mengeksekusi workflow melalui perintah sederhana. Seluruh aktivitas tercatat dengan baik, memenuhi aspek kepatuhan dan tata kelola.

"Dengan Hashy yang mengambil alih tugas-tugas administratif yang repetitif, tim bisa fokus pada hal-hal yang lebih strategis," jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *