Lubuk Sikaping – Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menerima kucuran dana lebih dari Rp200 miliar dari KfW, bank pembangunan asal Jerman, untuk program pelestarian hutan. Dana ini akan difokuskan pada peningkatan aktivitas monitoring dan perlindungan kawasan hutan.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, menyambut baik dukungan finansial tersebut. Ia menilai sumber daya alam Pasaman memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi hutan dan Lahan Dinas Kehutanan provinsi Sumbar, Bambang Suyono, membenarkan adanya dukungan dana tersebut. Tim KfW bahkan telah meminta masukan dari Pemkab Pasaman terkait program ini.
Senior Forestry Expert dari KfW, Hubertus Kraienhorst, menyatakan bahwa kerjasama ini akan berfokus pada pelestarian kawasan hutan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.
Bupati Welly Suhery mengusulkan agar investasi dari program ini diarahkan pada komoditas unggulan lokal seperti kopi dan aren. Ia juga menyoroti tantangan pemasaran produk lokal ke pasar luar.
Kepala dinas Pertanian Pasaman,Prasetyo,menambahkan bahwa Pasaman memiliki potensi besar dalam menghasilkan kopi. Dukungan yang tepat diharapkan dapat menghasilkan produk kopi yang mampu bersaing di pasar.
Program pendanaan KfW diharapkan menjadi katalisator bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan melalui komoditas andalan.











