Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus berupaya meningkatkan sanitasi aman melalui strategi pemasaran sosial. Pemko menargetkan 24 persen standar sanitasi aman tercapai pada 2029.

Upaya ini menjadi bahasan utama dalam rapat koordinasi dan diskusi daring tentang strategi pemasaran sosial dan promosi sanitasi aman responsif GEDSI, Kamis (4/9/2025).

Pemasaran sosial di sektor sanitasi bukan hanya promosi layanan.Tujuannya adalah mendorong perubahan perilaku masyarakat agar beralih ke praktik sanitasi aman berkelanjutan.

“Pemasaran sosial harus menyentuh kesadaran, kepedulian, sekaligus membangun partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kesehatan bersama,” kata Implementation Support Consultant (ISC) Sanitation infrastructure and Institutional Support Program (SIIP) dari Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT), Tritiani susanti.

Dokumen strategi pemasaran sosial dan promosi sanitasi Kota Padang tahun 2025-2029 menjadi panduan bagi seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan GEDSI dikedepankan untuk memastikan strategi inklusif dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Bidang dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Kota Padang, Yanti, menegaskan sanitasi aman adalah target utama nasional yang juga harus dicapai padang.

“Program ini menjadi prioritas dari pusat. Salah satu fokusnya adalah bagaimana masyarakat mau melakukan penyedotan septic tank secara terjadwal, yang disebut Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Itu PR kita untuk mendorong partisipasi masyarakat,” ujar Yanti.

Saat ini,Kota Padang tengah menyusun Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (RISPALD) atau master plan pengelolaan limbah.

“Alhamdulillah,kita juga mendapatkan bantuan pusat melalui dana DAK untuk merehabilitasi IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja) yang sudah ada sejak 1994. Harapannya, IPLT ini bukan hanya berfungsi, tapi juga berkembang sebagai pusat edukasi lingkungan berskala nasional,” imbuh Yanti.

Kepala Bappeda Kota Padang, Yenni Yuliza melalui Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan, Lili Rahmaini menyampaikan, Padang mendapat kepercayaan sebagai kota percontohan sanitasi dari Direktorat Sanitasi pada 2024.

“Pendampingan dari pusat ini sangat membantu. Hasilnya, pengelolaan air limbah domestik Kota Padang bisa kita integrasikan ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJPD, RPJMD, hingga Renstra OPD,” ungkap Lili.

Strategi komunikasi juga diarahkan melalui berbagai media, mulai dari sosial media, spanduk di kelurahan, hingga kegiatan di tingkat kecamatan.”Fokus awal kita memang di daerah layanan IPLT Nanggalo. Tapi daerah lainnya tetap menjadi prioritas pada tahap berikutnya. Intinya, semua wilayah akan terlayani secara bertahap,” pungkas Lili.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *