Lembah Anai – Hujan yang mengguyur wilayah Lembah Anai kini tidak hanya menimbulkan kemacetan, tetapi juga memicu kekhawatiran serius akibat potensi longsor yang mengancam keselamatan pengguna jalan. Tebing-tebing di sepanjang jalur tersebut semakin rawan ambruk,terutama menjelang musim hujan Januari hingga februari.
Kawasan Sijunjung, Solok, dan lembah Anai diprediksi akan menghadapi risiko bencana lebih besar karena curah hujan tinggi. Namun, ancaman ini bukan semata-mata akibat kondisi alam. Aktivitas manusia seperti pembukaan hutan dan pertambangan emas tanpa izin (PETI) turut memperparah kerusakan lingkungan.
sumatera Barat menjadi salah satu daerah dengan jumlah tambang emas ilegal terbanyak di Indonesia.PETI tidak hanya merusak hutan secara masif tetapi juga mencemari sungai dengan merkuri beracun yang membahayakan kesehatan masyarakat sekitar.
Merkuri yang dibuang sembarangan ke tanah dan sungai berubah menjadi metil merkuri dalam rantai makanan. Zat ini masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi ikan dan biota air lainnya, menyebabkan gangguan serius pada paru-paru, sistem saraf pusat, ginjal bahkan perkembangan janin.
Kerusakan lingkungan akibat PETI telah meluas hingga lebih dari 10 ribu hektare lahan hutan dan pertanian di sembilan kabupaten/kota termasuk Sijunjung, Solok, Pasaman hingga Dharmasraya. Hilangnya tutupan hutan menyebabkan berkurangnya daerah resapan air sekaligus meningkatkan potensi banjir karena lereng gunung terus digali sehingga tanah kehilangan daya tahan terhadap curah hujan deras.
Sejak 2012 hingga 2026 tercatat puluhan nyawa hilang akibat kecelakaan maupun tertimbun longsor saat melakukan aktivitas tambang ilegal tersebut. Namun dampak keracunan merkuri kemungkinan belum terdata secara menyeluruh karena efeknya berlangsung perlahan tanpa disadari banyak orang.
Dalam perspektif agama Islam disebutkan bahwa manusia dilarang membuat kerusakan di muka bumi sebagaimana tertulis dalam QS Al-Baqarah ayat 11-12 dan QS Ar-Rum ayat 41 yang menegaskan bahwa kerusakan terjadi akibat perbuatan tangan manusia agar mereka menyadari kesalahan dan kembali ke jalan benar.
Peringatan menjaga kelestarian bumi bukan sekadar opini melainkan bagian dari ikhtiar sekaligus ibadah bagi umat mukmin untuk saling mengingatkan agar tidak merusak ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Harapan besar kini diarahkan kepada pemerintah pusat agar menjadikan Sumatera Barat sebagai contoh nasional pemberantasan pertambangan emas ilegal serta pembalakan liar secara menyeluruh mulai dari pelaku langsung sampai jaringan distribusi hasil tambang supaya kerusakan dapat dihentikan total bukan hanya berpindah lokasi saja.
Pepatah minangkabau “alam takambang jadi guru” terasa sangat relevan ketika alam memberikan pelajaran mahal lewat longsor berkepanjangan di Lembah Anai serta kondisi sungai makin keruh dan hutan gundul sebagai tanda peringatan keras bagi kita semua untuk segera mendengarkan suara alam sebelum terlambat menghadapi konsekuensinya secara fatal.











