Boyolali – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengklaim telah menciptakan hampir satu juta lapangan kerja di seluruh Indonesia, seiring dengan beroperasinya ribuan unit pelayanan gizi di berbagai daerah. Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat, sebanyak 20.419 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di seluruh Indonesia.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dadang Hendrayudha, menyampaikan hal ini dalam acara Kilas Balik 1 Tahun MBG Solo Raya di Kalipepe Land, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026) malam. Dadang menjelaskan, puluhan ribu SPPG tersebut melayani lebih dari 50 juta penerima manfaat.

Penerima manfaat program ini meliputi siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. “Penerima manfaat MBG juga akan diperluas mencakup tenaga kependidikan, termasuk guru,” kata Dadang. Di wilayah Solo Raya, terdapat 568 SPPG yang tersebar di berbagai daerah.

Rinciannya meliputi Boyolali (98 SPPG), Klaten (105 SPPG), Sukoharjo (77 SPPG), Wonogiri (72 SPPG), Karanganyar (77 SPPG), Sragen (85 SPPG), dan Solo (59 SPPG). Dadang mengakui jumlah SPPG saat ini masih kurang dari yang diharapkan. Pihaknya terus berupaya mencari peluang untuk membangun SPPG baru.

Sebagai program yang relatif baru, pelaksanaan MBG terus dievaluasi untuk perbaikan berkelanjutan. BGN memastikan program MBG berjalan dengan baik di tahun 2026, dengan fokus pada dukungan anggaran, kualitas dapur, dan kecukupan gizi.

“Evaluasi terus kami lakukan untuk perbaikan. Dukungan anggaran, kualitas infrastruktur dapur, dan kecukupan gizi menjadi fokus utama,” tegas Dadang. Dadang menekankan bahwa MBG bukan hanya sekadar bisnis, tetapi juga merupakan wujud kemanusiaan. Program ini memberikan dampak signifikan bagi perekonomian dan masyarakat di sekitar dapur SPPG.

Pemilik Yayasan Bangun Gizi Nusantara, Puspo Wardoyo, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memastikan program MBG berjalan dengan baik. “Mari kita pelihara program ini dengan serius, jangan sampai terabaikan, terpecah, atau menimbulkan masalah,” imbau Puspo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *