Padang – Semangat baru menjaga integritas Pemilu menjadi penanda usainya Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Sumatera Barat. Peran serta masyarakat dalam mengawal demokrasi ditekankan oleh Yogi Resya Pratama, perwakilan peserta, dalam testimoninya.

Yogi menyampaikan bahwa kegiatan P2P bukan sekadar ajang menimba ilmu, melainkan wadah untuk menumbuhkan kesadaran dan keberanian dalam menjaga integritas Pemilu. “Bagi kami, integritas pemilu adalah urat nadi demokrasi indonesia. Menjaganya bukan hanya tugas penyelenggara, tapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujarnya dengan nada tegas pada Jumat (11/07/2025).

Alumni SKPP Nasional tahun 2020 ini juga menyoroti bahwa P2P membuka wawasan peserta tentang pentingnya partisipasi aktif dalam pengawasan Pemilu. Ia menambahkan, peserta mendapatkan perspektif baru dan pengalaman berharga, terutama dalam melihat hal-hal mendasar yang sering terlewatkan.”Kami jadi lebih paham bahwa demokrasi yang sehat hanya bisa terwujud jika masyarakat tidak pasif. Kami diajak berpikir kritis dan berani terlibat,” imbuhnya.

Yogi menegaskan bahwa P2P merupakan langkah awal menuju pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Ia menekankan pentingnya mengaplikasikan ilmu yang didapat ke dalam tindakan nyata.

“Setiap pengetahuan harus direalisasikan dengan tindakan. Kalau tidak, maka semua yang kita pelajari hari ini tidak akan berarti apa-apa,” tegasnya.

Di akhir testimoninya,Yogi berharap kegiatan ini menjadi landasan kerja sama yang lebih luas dan memperkuat gerakan pengawasan partisipatif di masyarakat.

“Kami pulang bukan hanya dengan ilmu, tapi juga dengan keberanian untuk peduli dan bertindak,” pungkasnya pada Jumat (11/07/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *