Jakarta – PT Pertamina (Persero) meningkatkan kewaspadaan di seluruh unit bisnis Timur Tengah menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut. Serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran menjadi perhatian utama perusahaan. Pertamina menyiapkan mitigasi risiko untuk memastikan operasional lancar.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan, "Pertamina telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI dan otoritas setempat untuk menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru," Senin (2/3/2025).

Tercatat, tiga anak perusahaan Pertamina memiliki kegiatan bisnis strategis di Timur Tengah. Pertama, PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive bergerak dalam pengangkutan energi global. Kedua, Pertamina Internasional EP (PIEP) mengoperasikan kegiatan hulu migas di Basrah, Irak. Ketiga, Pertamina Patra Niaga bertanggung jawab dalam pengadaan minyak mentah dan produk dari wilayah Timur Tengah.

Pertamina berupaya menjaga kelancaran rantai pasok energi nasional. Saat ini, Pertamina memiliki diversifikasi sumber pasokan minyak mentah, produk BBM, dan elpiji, baik dari produksi dalam negeri maupun negara mitra. Diversifikasi ini memberikan fleksibilitas dalam mengelola suplai di tengah dinamika geopolitik.

Selain itu, Pertamina mengoptimalkan operasional kilang domestik untuk menjaga keseimbangan produksi dan distribusi. Dengan pengelolaan pasokan terintegrasi dari hulu hingga hilir, Pertamina menjamin ketersediaan BBM dan elpiji bagi masyarakat tetap aman dan terkendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *