Cirebon – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memetakan puluhan titik rawan bencana di Jawa Barat menjelang musim mudik Lebaran. Terdapat 52 titik rawan banjir dan 53 titik rawan longsor yang berada di sepanjang jalan nasional.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat, Rina Kumala Sari, menyampaikan bahwa potensi cuaca ekstrem menjadi tantangan utama selama periode mudik tahun ini. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir, longsor, dan kerusakan jalan akibat erosi air serta lalu lintas kendaraan berat.

"Titik rawan banjir itu adanya di Bekasi, kemudian di Parung, Bandung, Ciawi dan juga di Cibadak," ujar Rina. Wilayah yang berpotensi banjir meliputi Parung hingga Bandung, Pelabuhan Ratu hingga Surade, Jatiasih (Kota Bekasi), Sindangbarang, Cidaun, Purwakarta, Sumedang, Cileunyi, Tasikmalaya, sekitar Palimanan, Cipatujah, Kalapagenep, dan Pangandaran.

Area rawan longsor tersebar di Cibinong hingga Cianjur, Cikembang, Tegalbuleud, Sindangbarang, Purwakarta hingga Sinumbra, sekitar Palimanan, Bojongloa, Cipasung, Kalapagenep, dan Pameungpeuk. Guna mengantisipasi dampak bencana, BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat telah melakukan pembersihan saluran air bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

"Untuk Bekasi, ini adalah banjir kawasan, sehingga perlu memang penanganan lebih intensif dan lebih luas," kata Rina. Untuk mengatasi dampak bencana, BBPJN menyiagakan 117 unit Disaster Relief Unit (DRU) dan 31 unit alat UPR yang disebar di lokasi rawan. Pihaknya menjamin perbaikan segera jalan yang terdampak bencana atau berlubang demi kelancaran arus mudik yang sudah memasuki H-10 Lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *