Padang – Pembinaan atlet tenis usia dini di Sumatera Barat menghadapi tantangan serius akibat kenaikan tarif sewa Lapangan Tenis Disperindag Sumbar hingga empat kali lipat.
Kenaikan tarif sewa ini menimbulkan keresahan di kalangan Iwan Tenis School (ITS), sebuah sekolah tenis yang selama ini aktif memanfaatkan fasilitas lapangan tersebut.
Sebelumnya, ITS membayar biaya sewa lapangan sebesar Rp25 juta per tahun. Namun, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menetapkan tarif baru sebesar Rp115 juta per tahun mulai 2025.
Seorang siswa ITS mengungkapkan bahwa kenaikan tarif ini berdampak pada semangat pelatih mereka, Iwan, yang kemudian mempengaruhi motivasi berlatih para siswa.
Pemerhati tenis daerah, Syahrial Syarif, menyayangkan kondisi ini dan menilai bahwa penetapan sewa oleh BPKAD Sumbar kurang menguntungkan bagi pembinaan tenis di daerah.
"Kami selaku pemerhati tenis prihatin kondisi ITS saat ini, karena bagaimana pun ITS salah satu sekolah tenis yang eksis melakukan pembinaan," ujarnya.
Syahrial menambahkan, jika nilai sewa tidak wajar, aktivitas latihan tenis bagi anak-anak usia dini dan pra remaja akan terhambat.
Ia berharap fasilitas Lapangan Tenis Disperindag dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kebugaran ASN aktif dan pensiunan, serta didukung Pemprov Sumbar untuk menggairahkan kompetisi tenis di daerah.
"Sekarang sudah betul, ada ITS yang melakukan pembinaan tenis prajunior dan junior di lapangan tersebut, namun sayang penilaian sewa yang diusulkan BPKAD tidak wajar dan pantas," pungkasnya.











