Batam – Kementerian Pariwisata memperkuat promosi wisata Indonesia ke pasar Malaysia lewat kegiatan familiarization trip atau famtrip di Kepulauan Riau. Langkah ini dilakukan untuk mendorong kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari negara tetangga yang selama ini menjadi pasar penting Indonesia.

Sebanyak 12 travel agent dan tour operator asal Malaysia ikut dalam perjalanan tersebut. Peserta terdiri dari delapan orang asal Kuala Lumpur dan empat orang dari Johor Bahru.

Kegiatan yang berlangsung pada 18-21 Mei 2026 itu membawa peserta menyusuri Batam, Tanjung Pinang, dan Bintan. Sejumlah destinasi unggulan masuk dalam agenda kunjungan,mulai dari kawasan Jembatan Barelang di Batam,Pulau Penyengat di Tanjung Pinang,hingga kawasan wisata Lagoi di Bintan.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan Kepulauan Riau punya posisi strategis sebagai pintu masuk wisatawan malaysia ke Indonesia. menurut dia, kedekatan geografis dan konektivitas yang baik membuat wilayah itu berpeluang besar dikembangkan sebagai destinasi unggulan wisata lintas batas.

“Malaysia merupakan salah satu pasar utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. kedekatan geografis dan konektivitas yang baik menjadikan Kepulauan Riau memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi unggulan wisata lintas batas atau cross-border tourism,” kata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Selama empat hari, peserta juga diajak melihat destinasi budaya Melayu, pusat wisata belanja, hotel inspection, serta business networking bersama pelaku industri pariwisata setempat.

Famtrip ini terlaksana berkat kolaborasi Kementerian Pariwisata dengan Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan riau, dinas kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjung Pinang, Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Bintan, ASITA Tanjung Pinang, Batam View Resort, Nongsa Resorts, aston Tanjung Pinang, Bintan Resorts cakrawala, dan Pasir Gudang Passenger Terminal.

Selain mengenalkan destinasi,kegiatan ini juga menjadi bagian dari promosi wisata ramah Muslim Indonesia.Kepulauan Riau dinilai sesuai dengan preferensi wisatawan Malaysia karena menawarkan kedekatan budaya Melayu, akses yang mudah, kuliner halal, serta suasana destinasi yang akrab dan nyaman.

“Melalui pengalaman langsung di destinasi, kami berharap para pelaku travel agent dan tour operator dapat semakin memahami potensi produk wisata Batam, Tanjung Pinang, dan Bintan, sehingga dapat dipasarkan lebih luas kepada wisatawan Malaysia,” ujarnya.

Made menambahkan, famtrip menjadi strategi promosi yang efektif untuk memperluas jejaring bisnis pariwisata. Cara ini juga dinilai mampu melahirkan paket-paket wisata baru yang lebih kompetitif dan sesuai kebutuhan pasar.

Malaysia selama ini memang masuk jajaran pasar utama wisatawan mancanegara bagi Indonesia.Batam bahkan tercatat sebagai pintu masuk wisatawan Malaysia terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta.

Berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD) 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau mencapai lebih dari 2,1 juta. Pada periode yang sama, perjalanan wisatawan nusantara ke provinsi tersebut juga menembus 5,2 juta perjalanan.

Data kunjungan wisatawan Malaysia pun menunjukkan tren positif. Kunjungan melalui jalur laut ke Batam naik sekitar 48,2 persen,dari 278.082 pada 2024 menjadi 412.127 pada 2025. Kenaikan itu menandakan besarnya peluang pengembangan wisata lintas batas antara Malaysia dan Kepulauan Riau.

“Melalui kegiatan ini,Kementerian Pariwisata optimistis kerja sama promosi lintas negara dan konektivitas pariwisata Indonesia-Malaysia akan semakin kuat. Upaya ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia di kawasan Asia Tenggara,” ucap Made.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *