Padang – Hujan deras picu banjir dan longsor melanda Sumatera Barat beberapa hari terakhir. Ribuan rumah terendam dan ratusan warga terpaksa mengungsi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan cuaca ekstrem ini terjadi akibat dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 95B yang terbentuk di Malaysia.
Konvergensi memicu pertumbuhan awan hujan secara masif, sehingga hujan terus mengguyur dari pagi hingga malam.
BNPB mencatat serangkaian bencana didominasi hujan lebat dan angin kencang terjadi sejak Minggu (23/11) hingga Senin (24/11).
Kabupaten Padang Pariaman menjadi wilayah terdampak paling parah. Sungai meluap akibat curah hujan tinggi dan merendam 21 nagari di delapan kecamatan.
Kepala Pusat data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan curah hujan tinggi memicu meluapnya sungai-sungai di Padang Pariaman.
Tercatat 3.076 rumah terendam dan ratusan warga mengungsi di Padang Pariaman.
Selain rumah, banjir merusak fasilitas penting seperti jembatan, bendungan, irigasi, dan akses jalan. Lahan pertanian dan sekolah juga ikut terendam.
BPBD Padang Pariaman mencatat 9.228 jiwa terdampak, dengan 258 orang mengungsi.Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Agam. Pendangkalan sungai memperparah luapan air yang merendam permukiman.
BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar waspada terhadap ancaman hidrometeorologi basah.
Warga diimbau untuk segera evakuasi jika hujan deras berlangsung lebih dari satu jam.BMKG dan BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada, mengutamakan keselamatan, dan mematuhi arahan resmi.











