Jakarta – Pertunjukan tari kolaborasi “Body Migration – I Do(n’t) want” memukau penonton di GoetheHaus Jakarta,minggu (27/7/2025).

Karya Siska Aprisia dan Jay Afrisando ini mengangkat tema migrasi tubuh secara global.

Inspirasinya datang dari kisah-kisah pekerja migran dari berbagai negara.

Siska menjelaskan,karya ini mengajak penonton mendengarkan suara dan tubuh kenangan yang berpindah.

Pertunjukan ini memadukan unsur tradisi Minangkabau dengan pendekatan kontemporer.

Pada babak awal,Siska menjunjung bambu hijau sambil melantunkan imbauan Minangkabau.

Gerakan tubuh Siska juga kental dengan nuansa silat Ulu ambek dari Pariaman.

Hal menarik lainnya, pertunjukan ini menggunakan sound caption di layar panggung.

Sound caption menampilkan narasi suara secara visual.

Komponis Jay Afrisando menambahkan, ia mencoba menghadirkan bunyi yang tidak hanya didengar, tetapi juga dilihat dan dirasakan.

Sastrawan Esha Tegar Putra menilai Siska Aprisia sebagai salah satu koreografer perempuan Minangkabau yang menonjol.

Karya ini merupakan hasil residensi Siska di Jerman dan pertama kali ditampilkan di Koln pada 22 November 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *