Berikut adalah penulisan ulang berita tersebut dengan gaya jurnalistik media nasional:
Padang – Universitas Andalas (Unand) gencar melakukan upaya pencegahan stunting di Kota Padang. Salah satu langkahnya adalah dengan memberikan pelatihan intensif kepada kader Posyandu di wilayah Puskesmas Pembantu Korong Gadang, Taruko.
Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan kader mengenai pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang tepat dan sesuai standar kesehatan.Ketua tim pengabdian masyarakat Unand, Ns.Hermalinda, menekankan peran krusial kader posyandu sebagai ujung tombak perubahan perilaku ibu dalam memberikan MP-ASI.
“kader adalah garda terdepan dalam mengubah perilaku masyarakat,” tegas Ns. Yanti Puspita Sari, anggota tim pengabdian.
Pelatihan ini menekankan empat aspek penting dalam pemberian MP-ASI, yaitu ketepatan waktu pemberian, kecukupan porsi, keamanan makanan, dan cara pemberian yang benar.
Hasil Focus Group discussion (FGD) sebelumnya menunjukkan bahwa masih banyak ibu yang belum memahami secara mendalam mengenai waktu, variasi, dan frekuensi pemberian MP-ASI yang ideal.
Selain peran kader posyandu,dukungan keluarga juga menjadi faktor penentu keberhasilan pemberian MP-ASI.”Dukungan keluarga sangat penting agar MP-ASI dapat diberikan secara optimal kepada anak,” imbuh Hermalinda.
Staf Puskesmas Pembantu Korong Gadang, Evi Novita, menyambut baik inisiatif Unand ini. Ia berharap ilmu yang didapatkan kader dapat diimplementasikan secara efektif di posyandu masing-masing.
Kegiatan ini didanai oleh Dirjen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.











