Jakarta – Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono membantah spekulasi mengenai penunjukannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia menegaskan tidak pernah membahas hal tersebut dengan Presiden Prabowo Subianto.
Penegasan ini disampaikan Thomas di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Thomas juga menepis anggapan bahwa pengunduran dirinya dari Partai Gerindra berkaitan dengan posisinya di BI.
"Tidak ada, saya jelaskan. Tidak ada pembahasan saya dan presiden mengenai ini," tegas Thomas.
Sebelumnya, Komisi XI DPR RI memilih Thomas sebagai Deputi Gubernur BI setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan. Keputusan ini diambil kurang dari 30 menit setelah proses uji selesai.
Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, menyatakan bahwa pemilihan Thomas disepakati melalui musyawarah mufakat.
Thomas, yang juga merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, sebelumnya menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra.
Ia menjelaskan bahwa pengunduran dirinya dari partai telah dipertimbangkan sejak menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Menurutnya, kesibukan sebagai wakil menteri membuatnya tidak memiliki waktu untuk mengurus partai.
Thomas mengklaim bahwa pengunduran dirinya sebagai Bendahara Umum Gerindra sejak Maret 2025 dan sebagai anggota partai sejak 31 Desember 2025 tidak terkait dengan pencalonannya sebagai deputi gubernur.
"Saya cuma saat itu ya sudah ada tahun baru, sudahlah, saya mau mundur," ujarnya.











