Aceh Tengah – Ribuan warga di lima desa di Kecamatan Linge akhirnya kembali memiliki akses normal setelah Jembatan Bailey di Kampung Linge resmi difungsikan. Jembatan yang melintas di atas Sungai Kala Ili itu sebelumnya putus total akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Kembalinya akses ini membuka jalur warga Kampung Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kutereje, dan Reje Payung menuju ibu kota Kabupaten Aceh Tengah di Takengon. Kondisi tersebut langsung memulihkan mobilitas masyarakat yang sempat terisolasi.

Jembatan Bailey itu selesai dibangun pada 4 Mei 2026. Pembangunannya dikerjakan Satuan Tugas percepatan Rehabilitasi dan rekonstruksi (satgas PRR) Pascabencana Sumatera bersama aparat TNI.

Tokoh masyarakat Kampung Linge, Abdul Salam, mengatakan jembatan itu sangat penting untuk menunjang layanan pendidikan dan kesehatan.

“Kami sangat bersyukur jembatan ini selesai dibangun dalam waktu singkat. Kini, anak-anak bisa kembali bersekolah dan warga yang sakit dapat segera menuju fasilitas kesehatan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).

Meski akses sudah kembali terbuka, warga berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen. Abdul Salam menyebut kondisi tanah di sekitar jembatan Bailey masih rawan longsor saat hujan deras turun.

Di lapangan, warga juga ikut memberi dukungan selama proses pembangunan berlangsung. Perangkat Desa Linge, Ramidinsah, mengatakan masyarakat terlibat aktif dalam pengerjaan jembatan.

sebelumnya,warga hanya mengandalkan jembatan darurat hasil gotong royong setelah jembatan permanen lama rusak diterjang bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *