Padang – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Barat mendesak Pertamina Patra Niaga segera bertanggung jawab atas kerusakan massal kendaraan yang dialami warga akibat pengisian BBM Pertalite subsidi.
Ketua (PLT) YLKI Sumatera Barat, Zulnadi, SH, didampingi pengurus Gusfen Khairul dan Fat Yudin, SH, menyatakan bahwa kerugian konsumen ini dipicu oleh BBM yang terkontaminasi endapan tebal, Sabtu (3/10/2026).
Peristiwa ini menyebabkan ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat mogok massal, terutama setelah melakukan pengisian di SPBU Gunung Pangilun, Padang.
Akibat insiden tersebut, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat terhambat karena antrean panjang kendaraan yang mengalami kerusakan mesin.
Zulnadi menegaskan bahwa pihak Pertamina harus membuka diri dan menuntut pertanggungjawaban pemilik SPBU jika terbukti terdapat kelalaian dari petugas di lapangan.
Selain itu, ia meminta aparat pengawas untuk melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap penyebab munculnya endapan tebal pada BBM Pertalite subsidi tersebut.
Bagi masyarakat yang terdampak, YLKI mengimbau agar segera melaporkan kasusnya ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) di daerah masing-masing.
Khusus untuk wilayah Padang, Pesisir Selatan, dan Mentawai, pengaduan dapat dilakukan di kantor BPSK yang berlokasi di komplek Dinas Perindag Sumbar, tepatnya di belakang kantor Gubernur Sumbar.











