Yogyakarta – Sektor pariwisata Yogyakarta mengawali tahun 2026 dengan performa yang kurang menggembirakan. Data terbaru menunjukkan penurunan signifikan dalam kunjungan wisatawan, aktivitas transportasi, dan tingkat hunian hotel.

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY melaporkan penurunan ini pada Rabu (4/3/2026).

Plt Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengungkapkan bahwa jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) hanya 6.791 kunjungan pada Januari 2026. "Angka ini turun 15,29 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencatat 8.017 kunjungan," ujar Endang.

Penurunan juga terjadi pada sektor wisatawan nusantara (wisnus). Tercatat 3.530.043 perjalanan menuju DIY selama Januari 2026. Angka ini lebih rendah 8,84 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 3.872.440 perjalanan. Sleman masih menjadi destinasi favorit dengan kontribusi 35,08 persen atau 1.238.176 perjalanan wisnus. Kota Yogyakarta menyusul dengan 903.711 perjalanan.

Turunnya kunjungan berdampak langsung pada Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Yogyakarta. TPK merosot 15,61 poin menjadi 50,77 persen. "Penurunan terdalam dialami hotel bintang 4 yang anjlok 18,11 poin. Hotel non-bintang dan akomodasi lainnya mencatat TPK 25,56 persen atau turun 3,71 poin," jelas Endang.

Rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang juga menyusut menjadi 1,49 malam. Wisatawan asing rata-rata menginap 2,19 malam, sementara wisatawan domestik hanya 1,46 malam. Total tamu yang menginap di hotel bintang turun 19,50 persen menjadi 465.491 orang. Penurunan ini dipicu oleh berkurangnya tamu domestik sebesar 20,07 persen.

Sektor transportasi juga mengalami penurunan. Jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara domestik pada Januari 2026 tercatat 154.548 orang, turun 16,12 persen dibandingkan Desember 2025. Arus kedatangan penumpang domestik anjlok 22,02 persen dengan total 143.951 orang. "Keberangkatan penumpang angkutan udara domestik Januari 2026 turun 16,12 persen dibanding bulan sebelumnya, begitu pula dengan kedatangan yang turun 22,02 persen," imbuh Endang. Bandara YIA mendominasi pergerakan penumpang domestik dengan kontribusi 95,33 persen untuk keberangkatan dan 95,54 persen untuk kedatangan.

Namun, penerbangan internasional mencatatkan performa positif. Jumlah penumpang berangkat naik 7,78 persen menjadi 15.905 orang dan penumpang datang naik 7,17 persen menjadi 16.377 orang melalui rute Singapura dan Malaysia.

Moda transportasi kereta api mencatatkan penurunan jumlah penumpang berangkat sebesar 12,24 persen menjadi 1.036.967 orang. Penurunan terjadi pada seluruh rute, termasuk penumpang jarak jauh, commuter, dan KA Bandara. Penumpang kelas eksekutif mengalami penurunan terdalam pada kedatangan kereta api, mencapai 24,74 persen.

Sektor logistik pun tak luput dari dampak penurunan ini. Jumlah barang yang dimuat melalui kereta api turun 7,80 persen menjadi 28.833 ton akibat penurunan muatan BBM dan barang hantaran paket. Angkutan udara domestik mencatat penurunan jumlah barang yang dimuat sebesar 4,42 persen menjadi 844,92 ton. Volume barang yang dibongkar naik tipis 0,16 persen menjadi 208,46 ton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *