Jakarta – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memastikan pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) tidak perlu khawatir akan kenaikan tarif dalam waktu dekat. Kepastian ini muncul di tengah diskusi hangat mengenai potensi penyesuaian tarif KRL.

Direktur Utama KCI, Mochamad Purnomosidi, menyatakan bahwa rencana kenaikan tarif masih dalam tahap pembahasan intensif. "Masih dalam pembahasan. Jadi belum ada rilis rencana kapan," ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Purnomosidi menjelaskan, penyesuaian tarif KRL menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan untuk mengurangi beban subsidi pemerintah. Tarif KRL saat ini adalah Rp 3.000 untuk 25 kilometer pertama, dengan tambahan Rp 1.000 untuk setiap 10 kilometer berikutnya.

Lebih lanjut, Purnomosidi menegaskan bahwa KCI tidak akan tergesa-gesa dalam memutuskan kenaikan tarif. "Kita juga enggak gegabah untuk menerapkan kenaikan tarif," tegasnya. Sebelum menetapkan tarif baru, KCI akan melakukan studi komprehensif untuk menentukan waktu yang tepat.

Selain untuk mengurangi beban subsidi, Purnomosidi menyebutkan bahwa kenaikan tarif juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan KRL. Saat ini, KCI terus melakukan evaluasi dan kajian kenaikan tarif dengan melibatkan konsultan dan Kementerian Perhubungan. "Begitu dibahas kemudian dipresentasikan cukup ketat juga diskusinya. Cukup keras juga diskusinya," pungkas Purnomosidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *