Jakarta – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mendapat persetujuan pemegang saham untuk menerbitkan 90 miliar saham baru seri E melalui mekanisme rights issue dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat (27/2/2026). Langkah korporasi ini bertujuan mengoptimalkan pendanaan terkait akuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT).

Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya Bakrie, menjelaskan dana segar dari PMHMETD akan digunakan untuk pembayaran kewajiban perseroan, modal kerja, serta pengembangan usaha, termasuk investasi di CCT. Manajemen BNBR meyakini aksi korporasi ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan, sekaligus memperkuat operasional dan struktur permodalan.

Setelah rights issue, rasio total pinjaman terhadap total aset diperkirakan turun signifikan dari 84,28 persen menjadi 67,9 persen. "Hal ini menunjukkan bahwa setelah PMHMETD, komposisi aset perseroan yang didanai dengan ekuitas menjadi lebih besar," ujar Anindya dalam keterangan resminya.

Rasio total pinjaman terhadap total ekuitas juga diproyeksikan menurun dari 536,02 persen menjadi 211,57 persen setelah PMHMETD. "Rasio ini menjadi lebih baik karena menyeimbangkan struktur permodalan perseroan antara ekuitas dan kewajiban," imbuh Anindya.

Anindya mengingatkan PMHMETD akan berdampak pada pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD, di mana persentase kepemilikan saham mereka akan terdilusi hingga maksimal 33,33 persen.

Dari sisi kinerja keuangan, BNBR mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 3,74 triliun sepanjang tahun 2025, sedikit menurun 3,28 persen year on year. Namun, laba bersih perseroan melonjak 49,6 persen menjadi Rp 502,74 miliar pada periode yang sama. Angka ini naik Rp 166,69 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 336,04 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *