Jakarta – Peringatan Hari Internet Aman Sedunia menjadi momentum krusial untuk meningkatkan kesadaran akan keamanan remaja di dunia maya. Orang tua kini memiliki cara yang lebih mudah untuk melindungi anak remajanya saat beraktivitas di internet.
Tak perlu lagi memeriksa pesan atau berdebat soal batasan waktu penggunaan gawai.
Di tengah ramainya grup obrolan, tren yang cepat berubah, dan aplikasi baru, orang tua tetap bisa memberikan dukungan tanpa merasa kewalahan. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Media sosial menjadi wadah bagi remaja untuk mencari hobi, belajar, dan bergabung dengan komunitas.
Ajak remaja berdiskusi tentang hal-hal yang mereka sukai di dunia maya, meskipun orang tua mungkin tidak sepenuhnya memahami kreator favorit atau lelucon yang mereka bagikan.
Dengan begitu, remaja akan lebih terbuka menceritakan aktivitas mereka di internet. Jadikan diskusi sebagai komunikasi dua arah yang hangat dan membangun kepercayaan.
Platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Messenger kini memiliki fitur Akun Remaja yang secara otomatis mengaktifkan perlindungan dan keamanan penting.
Fitur ini mencegah orang asing mengirim pesan kepada remaja dan membatasi pemberian tag hanya kepada teman mereka.
Konten yang tidak sesuai usia juga akan disaring otomatis, bahkan gambar mencurigakan di pesan langsung (DM) dapat diburamkan.
Fitur-fitur ini berlaku untuk semua remaja di bawah usia 18 tahun. Remaja di bawah usia 16 tahun memerlukan izin orang tua untuk mengubah pengaturan ini.
Menentukan batasan waktu penggunaan gawai yang ideal penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik remaja.











