Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) meningkatkan intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Upaya ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Berbagai program diluncurkan, termasuk Gerakan Pangan Murah (GPM), Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, serta Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng juga terus berjalan.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa program-program ini bertujuan mengendalikan inflasi.

Fokus utama saat ini adalah GPM khusus daging ayam beku. Program ini menjangkau lebih dari 1.200 outlet di 17 provinsi dan akan berlangsung hingga H-1 Lebaran.

Gusti menjelaskan, GPM daging ayam beku merupakan hasil kolaborasi Bapanas dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Malindo Feedmill Tbk.

Selain itu, Bapanas juga menggandeng PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari untuk menggelar GPM khusus daging ruminansia.

Hingga Maret 2026, Bapanas mencatat telah melaksanakan GPM sebanyak 789 kali di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota.

Untuk program SPHP beras, realisasi penjualan mencapai 19,5 ribu ton hingga 13 Maret 2026. Masyarakat dapat membeli maksimal lima kemasan ukuran 5 kilogram atau dua kemasan ukuran 2 kilogram.

Realisasi FDP hingga Maret tercatat 13.916 kilogram, meliputi cabai rawit merah, sapi hidup, beras, dan Minyakita.

Gusti menambahkan, FDP menyasar daerah defisit seperti Kabupaten Mahakam Ulu, Pasar Induk Kramat Jati, Lombok Tengah, Lombok Timur, hingga Kepulauan Riau.

Bantuan pangan beras dan minyak goreng telah didistribusikan kepada 232.076 penerima per 14 Maret 2026, dengan total beras yang disalurkan mencapai 4,64 juta kilogram dan minyak goreng sebanyak 928,3 ribu liter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *